Ciri Khas Lagu Mancanegara Di Asia

Ciri Khas Lagu Mancanegara Di Asia

Ciri Khas Lagu Mancanegara Di Asia

Ciri Khas Lagu Mancanegara Di Asia

Lagu Mancanegara Di Asia- musik merupakan seni menyusun bunyi - bunyian. Apakah susunan itu menghasilkan kesan yang indah atau tidak sangat tergantung pada pemahaman dari pendengar terhadap karya musik tersebut. Hal ini di sebabkan adanya perbedaan budaya bunyi pada masing - masing bangsa. Dalam tulisan ini akan kita coba jelaskan ciri khas lagu mancanegara di Asia. Untuk lebih memahaminya mari kita simak di bawah ini:

Baca Juga Ukuran Kertas F4 Dalam Cm

A. Lagu Mancanegara di Asia

1. Mengindentifikasi Ciri - ciri dan Unsur Budaya Khas dari Musik/Lagu Mancanegara di Asia

Setiap negara di Asia memiliki ciri - ciri dan unsur budaya khas yang hanya ditemui pada bangsa tersebut. Seperti halnya pada seni musik, ciri - ciri musik pada setiap bangsa ditentukan dari jenis - jenis kesenian musik yang ada, unsur musik, dan instrument musik yang digunakan. Berikut ini akan dikemukakan ciri khas musik mancanegara di Asia.

a. Jepang

Jenis - jenis karya musik tradisional yang ada pada kebudayaan Jepang di antaranya adalah :

1. Gagaku yaitu musik istana kuno yang berasal dari Cina dan Korea. Inilah jenis kesenian musik tertua di Jepang.

2. Biwagaku merupakan musik yang dimainkan dengan instrument Biwa, sejenisnya gitar dengan empat dewai.

3. Sokyoku merupakan jenis musik yang dimainkan dengan instrumet Koto. Tetapi kemudian juga diiringi oleh Shamisen dan Shakuhachi.

4. Shamisenongaku merupakan musik yang dimainkan dengan instrument Shamisen.

b. India

Kebudayaan India sama seperti halnya dengan negara - negara Asia pada umumnya. Karya seni musik bisa berupa lagu, karya instrumental, maupun pengiring teater, tarian, atau upacara keagamaan. Sebuah ansambel musik India terdiri dari bagian melodi (berupa vokal, permainan, sitar, sarod, surbahar, dan beberapa jenis seruling), bagian yang berdengung (instrument Vina atau tambura), dan bagian ritem yang berupa alat - alat perkusi yang dimainkan dengan tangan. Selain itu juga terdapat tradisi melantunkan Weda (kitab suci agama Hindu) yang terdiri dari empat bagian utama yakni regveda, yajurveda, samaveda, dan atharvaveda.

c. Filipina

Di Filipina nyanyian Hudhud dari suku Ifugao dinyanyikan pada waktu musim tanam, musim panen, dan upacara pemakaman, Hudhud sudah ada sejak abad ke - 7. Nyanyian hudhud berjumlah lebih dari 200 repertior dan masing - masing terdiri dari 40 episode, tapi semua lagu hanya memiliki satu melodi. Bila Hudhud dinyanyikan seluruhnya bisa memakan waktu 3 - 4 hari. Hudhud dinyanyikan oleh wanita yang memegang posisi senior, sekaligus bertugas sebagai sejarahwan dan pengkhotbah. Lirik lagu berupa syair yang berisi onomatopoeia, metafora, dan metonimi.

Baca Juga Pergerakan Zaman Pendudukan Jepang

d. Cina

Di Cina musik banyak digunakan sebagai pengiring dalam sebuah Opera. Contohnya Opera Kunqu yang merupakan bentuk tertua Opera Tiongkok yang berasal dari Dinasti Ming pada abad ke - 14 hingga abda ke - 17. Pertunjukkannya berupa tari dan nyanyi yang diiringi alat musik gesek, dan perkusi. Opera Kunqu tidak menggunakan dialog, melainkan hanya nyanyian yang dibawakan dengan memadukan teknik falsetto bercampur vokal naturall.

Selain itu, dikenal juga seni musik Quqin atau Guqin adalah alat musik tradisional Tiongkok mirip sitar yang sudah dikenal sejak 3.000 tahun yang lalu. Alat musik ini memiliki 7 senar serta 13 efek pitch, sehingga bisa memainkan 4 oktaf dengan menggunakan lebih dari 50 posisi jari yang berbeda - beda.

e. Korea Selatan

Di Korea Selatan musik juga digunakan sebagai pengiring dalam upacara ritual seperti upacara pemujaan leluhur kerajaan di kuil Jongmyo yaitu sebuah kuil Konfusianisme di Seoul tempat keturunan keluarga kerajaan Korea juga mengadakan sebuah upacara tahunan yang di lakukan pada hari Minggu pertama di bulan Mei. Bentuk modern upacara di kuil Jongnya, dimulai dengan pendeta kuil yang menyajikan minuman keras sebagai persembahan dan memabacakan doa diiringi musik sebagai latar belakang. Selama upacara, 64 anak laki - laki yang belajar menjadi 8 baris menari mengikuti alunan musik. Alat musik perkusi dan tiup yang dimainkan berasal dari Tingkok, dicampur alat musik lokal, seperti pyeonjong (genta), pyeongyeong ( alat musik pukul dari batu), dan daegeum (flute).

Opera solo Pansori adalah opera Klasik Korea yang dibawakan seorang penyanyi (sorikkum) dan seorang penabuh gendang (gosu). Tradisi bercerita pansori sudah ada sejak abad ke - 17 di barat daya Korea, dan tersebar luas di kalangan menengah perkotaa pada akhir abda ke - 19. Lirik lagu yang bersifat naratif berasal dari era Joseon dengan tema berupa percintaan, kesedihan, dan keluarga.

Baca Juga Ukuran Kertas Oktavo Dan Kegunaannya

Sampai di sini, semoga tulisan di atas menambah wawasan tentang ciri khas lagu mancanegara di asia, dan bisa menjadi ilmu baru dalam kehidupan kita. Semoga bermanfaat untuk kita semua, terima kasih.

No comments

Advertiser