3 Bentuk Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Dengan Lengkap

3 Bentuk Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Dengan Lengkap

3 Bentuk Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Dengan Lengkap

3 Bentuk Perubahan Sosial Dalam Masyarakat Dengan Lengkap
Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat dapat dibedakan dalam beberapa bentuk sebagai berikut:

1. Perubahan yang terjadi secara lambat (evolusi) dan perubahan yang terjadi secara cepat (revolusi)

2. Perubahan yang berpengaruh kecil dan perubahan yang berpengaruh besar.

3. Perubahan yang dikehendaki (intended change) atau dirancanakan (planned change) dan perubahan yang tidak dikehendaki (unintended change) atau tidak direncanakan (unplanned change).

1. Evolusi dan Revolusi

Perubahan sosial yang berlangsung lambat disebut evolusi, sedangkan perubahan sosial yang berlangsung cepat disebut revolusi. Apakah yang dimaksud dengan evolusi dan revolusi? Materi berikut ini akan membahas tentang evolusi dan revolusi. Pelajari dengan seksama!

a. Evolusi

Perubahan membutuhkan waktu yang lama . Perubahan tersebut merupakan rangkaian perubahan kecil yang saling mengikuti tetapi lambat. Perubahan ini disebut evolusi. Perubahan terjadi dengan sendirinya, tanpa rencana ataupun kehendak tertentu. Perubahan yang terjadi karena usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Rangkaian perubahan tersebut, tidak perlu sejalan dengan rangkaian peristiwa didalam sejarah masyarakat yang bersangkutan. Berkaitan dengan evolusi dalam masyarakat, ada beberapa teori yang umumnya dapat digolongkan dalam kategori tertentu, antara lain sebagai berikut.

Baca Juga Cara SMS Gratis Lewat Android

1. Teori Evolusi Unilinear (Unilinear of Evolution)

Teori ini berpendapat bahwa manusia dan masyarakat (termasuk kebudayaan) mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan tertentu, berawal dari bentuk yang sederhana, kemudian bentuk yang kompleks hingga tahap yang sempurna. Misalnya, perkembangan manusia dari primitif, tradisional, sampai modern atau sekarang ini.

2. Teori Evolusi Universal (Universal Theories of Evolution)

Teori ini mengatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak melalui tahapan tertentu yang tetap, tetapi mengikuti suatu garis evolusi tertentu. Menurut Herbert Spencer, perkembangan masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen sifat dan susunannya. Misalnya, perindustrian yang masuk ke pedesaan mengakibatkan perubahan sistem di masyarakat. Pada awalnya, masyarakat pedesaan menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian. Setelah industri masuk ke desa, sektor pertanian tidak lagi menjadi tumpuan hidup masyarakat.

3. Teori Evolusi Multilinear (Multilinear Theories of Evolution)

Teori ini menekan pada penelitian terhadap tahap perkembangan yang tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, mengadakan penelitian tentang pengaruh perubahan sistem mata pencaharian dari sistem berburu ke sistem pertanian atau terhadap sistem kekeluargaan.

Beberapa ahli sulit menentukan apakah masyarakat berkembang melalui tahap tertentu dan ke arah mana masyarakat berkembang. Oleh sebab itu, para sosiolog telah banyak meninggalkan teori evolusi tentang masyarakat.

b. Revolusi

Perkembangan masyarakat menuju perubahan yang cepat dan mengarah pada sendi utama dalam kehidupan masyarakat (termasuk lembaga kemasyarakatan) disebut revolusi. Perubahan dalam masyarakat yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu dan tanpa direncanakan.
Ukuran kecepatan suatu perubahan dalam revolusi sifatnya sangat relatif. Oleh sebab itu, suatu revolusi dapat memakan waktu yang lebih lama, misalnya Revolusi Industri di Inggris. Dalam Revolusi Industri terjadi perubahan dari tahap produksi tanpa mesin menuju tahap produksi dengan meggunakan mesin. Perubahan tersebut dianggap cepat karena berimbas terhadap perubahan sendi pokok kehidupan masyarakat, diantarnya adalah pola hidup masyarakat, perilaku, sistem kekeluargaan, serta hubunganan antara buruh dengan majikan.
Revolusi dapat terjadi dengan adanya pemberontakan (revolt rebellion). Misalnya, pemberontakan petani di Banten tahun 1888 yang didahului dengan suatu kekerasan, kemudian menjadi revolusi yang berimbas pada sendi kehidupan masyarakat.

Secara sosiologis, suatu revolusi dapat terjadi dengan persyaratan - persyaratan tertentu, antara lain sebagai berikut.

1) Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. Dalam masyarakat muncul ketidakpuasan terhadap keadaan tertentu.

2) Adanya sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat.

3) Pemimpin harus mampu menampung keinginan masyarakat, kemudian merumuskan dan menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat untuk dijadikan program dan arah pergerakan masyarakat.

4) Pemimpin harus dapat menunjukkan tujuan kepada masyarakat. Artinya, tujuan tersebut harus konkret dan dapat dilihat masyarakat, kadang tujuan tersebut bersifat abstrak, misalnya perumusan suatu ideologi tertentu.

5) Adanya momentum untuk revolusi. Apabila momentum yang dipilih keliru, revolusi dapat gagal.

2. Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Prubahan yang Pengaruhnya Besar

Soerjono Soekanto merumuskan bahawa perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi manusia. Misalnya, perubahan mode pakaian tidak akan membawa pengaruh yang berarti bagi masyarakat secara keseluruhan sehingga tidak mengakibatkan perubahan dalam lembaga kemasyarakatan.
Proses industrialiasasi pada masyarakat agararis merupakan perubahan yang berdampak dan berpengaruh besar pada masyarakat, khususnya lembaga kemasyarakatan, misalnya hubungan kerja dan kekurangan, sistem kepemilikan tanah, dan stratifikasi masyarakat. Dampak positif dan negatif muncul dari industrialisasi. Kasus lainnya adalah pola penempatan tenaga kerja yang tidak memerhatikan potensi masyarakat lokal.

3. Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak di rencanakan

Perubahan yang terjadi dalam masyarakat ada dikehendaki atau direncanakan dan tidak dikehendaki atau tidak direncanakan. Apa saja perubahan - perubahan tersebut? Setelah mempelajari materi berikut ini, kalian akan mengerti. Pelajari dengan seksama!

a. Perubahan yang dikehendaki (Intended Change) atau perubahan yang direncanakan (Planned Change)

Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan adalah perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak yang hendak mengadakan perubahan didalam masyarakat. Contohnya, tuntutan Mei 1998. Masyarakat melakukan reformasi didukung oleh barisan mahasiswa. Reformasi tersebut untuk melakukan perubahan besar dalam sejarah Republik Indonesia. Demekian pula dengan peristiwa demonstrasi yang berkaitan dengan kesejahteraan , misalnya demonstrasi buruh.
Pihak yang menghendaki terjadinya perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin dari satu atau lebih lembaga kemasyarakatan. Agent of change memimpin masyarakat mengubah sistem sosial. Suatu perubahan yang dikehendaki selalu berada di bawah pengendalian serta pengawasan agent of change. Cara untuk memengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan terlebih dahulu direncanakan disebut social engineering atau social planning.

b. Perubahan yang tidak dikehendaki (Unitended Change) atau perubahan yang tidak direncanakan (Unplanned Change)

Perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan manusia atau masyarakat, serta dapat menyebabkan timbulnya masalah sosial yang tidak diharapkan oleh masyarakat, misalnya maraknya kriminalitas dan penyimpangan seksual. Apabila perubahan yang tidak dikehendaki, perubahan tersebut mungkin mempunyai pengaruh yang besar terhadap perubahan yang dikehendaki sehingga keadaan tersebut tidak mungkin diubah tanpa mendapat dari masyarakat.

Perubahan yang dikehendaki diterima oleh masyarakat dengan cara mengadakan perubahan pada lembaga kemasyarakatan yang ada atau dengan cara membentuk yang baru. Hal yang seringkali terjadi adalah bahwa perubahan yang dihendaki berkaitan dengan perubahan yang tidak dikehendaki sehingga kedua proses tersebut saling memengaruhi.

No comments

Advertiser